Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan 

Sulawesi Salatan  (Bahasa Bugis: "Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut ke Pantai") Locator South Sulawesi Province, Indonesia.svg Hari jadi 19 Oktober 1960 (hari jadi) Dasar hukum UU No. 47 Tahun 1960 Ibu kota Makassar Area - Total luas 45764,53 km2 Populasi - Total 8.395.806 (2015)[1] Pemerintahan - Gubernur Nurdin Abdullah - Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman - Ketua DPRD Muhammad Roem - Sekretaris Daerah Abdul Latief - Kabupaten 21 - Kota 3 - Kecamatan 285 - Kelurahan 664 APBD - DAU Rp1.089.771.438.000.- Demografi - Etnis Bugis 41,9% Makassar 25,43% Toraja 9,02% Mandar 6,1% [2] - Agama Islam 88.34% Kristen Protestan 8.12% Katolik 2.25% Hindu 1.02% Budha 0.25% Konghucu 0.04%[3] - Bahasa Bahasa Makassar, Bahasa Bugis, Bahasa Toraja, Bahasa Mandar, Bahasa Luwu, Bahasa Duri Lagu daerah Anging Mamiri, Ati Raja, Bunga-Bunganna Masamba, Mappadendang, Marendeng Marampa, Tappalla’ Palla’ Situs web www.sulselprov.go.id Peta Sulawesi Selatan di Indonesia Sulawesi Selatan (disingkat Sulsel) (Lontara: ᨔᨘᨒᨓᨙᨔᨗ ᨔᨒᨈ ) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Sulawesi. Ibu kotanya adalah Makassar. Daftar isi 1 Geografi 2 Sosial kemasyarakatan 2.1 Suku bangsa 2.2 Bahasa 2.3 Agama 2.4 Budaya dan adat istiadat 2.5 Jumlah penduduk 3 Senjata Tradisional 4 Masakan/Makanan Tradisional 5 Pemerintahan 5.1 Kabupaten dan Kota 5.2 Daftar gubernur 5.3 Perwakilan 6 Perkumpulan/Organisasi 7 Media 8 Referensi 9 Pranala luar Geografi Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan. Sosial kemasyarakatan Suku bangsa Perempuan dari Suku Toraja dengan pakaian adatnya. Bugis Makassar Mandar Toraja Duri Pattinjo Maiwa Endekan Pattae Kajang/Konjo Bahasa Bahasa yang umum digunakan adalah: Bahasa Makassar adalah salah satu rumpun bahasa yang dipertuturkan di daerah Makassar dan Sekitarnya. Tersebar di Kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, sebagian Bulukumba sebagian Maros dan sebagian Pangkep. Bahasa Bugis adalah salah satu rumpun bahasa yang dipertuturkan di daerah Bone sampai ke Kabupaten Pinrang, Sinjai, Barru, Pangkep, Maros, Kota Pare Pare, Sidrap, Wajo, Soppeng Sampai di daerah Enrekang, bahasa ini adalah bahasa yang paling banyak di pakai oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Bahasa Pettae adalah salah satu bahasa yang dipertuturkan di daerah Tana Luwu, mulai dari Siwa,Kabupaten Wajo, Enrekang Duri, sampai ke Kolaka Utara,Sulawesi Tenggara. Bahasa Toraja adalah salah satu rumpun bahasa yang dipertuturkan di daerah Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara dan sekitarnya. Bahasa Mandar adalah bahasa suku Mandar, yang tinggal di provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar, Majene dan Mamuju Utara. Di samping di wilayah-wilayah inti suku ini, mereka juga tersebar di pesisir Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Bahasa Massenrempulu adalah salah satu rumpun bahasa Austronesia di Sulawesi Selatan. Bahasa ini memiliki tiga kelompok dialek di Kabupaten Enrekang, yaitu dialek Duri, Endekang dan Maiwa. Kelompok dialek bahasa Duri memilki kedekatan dengan bahasa Toraja dan bahasa Tae' Luwu. Penuturnya tersebar di wilayah utara Gunung Bambapuang, Kabupaten Enrekang sampai wilayah perbatasan Tana Toraja. Kelompok dialek bahasa Endekang mempunyai penutur di ibu kota Kabupaten Enrekang dan beberapa kecamatan sekitarnya. Sedangkan penutur kelompok dialek bahasa Maiwa terdapat di Kecamatan Maiwa dan di Kecamatan Bungin (Maiwa Atas). Bahasa Konjo terbagi menjadi dua yaitu Bahasa Konjo pesisir dan Bahasa Konjo Pegunungan, Konjo Pesisir tinggal di kawasan pesisir Bulukumba dan Sekitarnya, di sudut tenggara bagian selatan pulau Sulawesi sedangkan Konjo pegunungan tinggal di kawasan tenggara gunung Bawakaraeng. Bahasa Selayar adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan yang bermukim diujung selatan provinsi ini khususnya Kab. Kep. Selayar. Agama Mayoritas beragama Islam, kecuali di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara dan sebagian wilayah di Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu beragama Kristen Protestan. Budaya dan adat istiadat Salah satu kebiasaan yang cukup dikenal di Sulawesi Selatan adalah Mappalili. Mappalili (Bugis) atau Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) atau dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi. Jumlah penduduk Sampai dengan Mei 2010, jumlah penduduk di Sulawesi Selatan terdaftar sebanyak 8.032.551 jiwa dengan pembagian 3.921.543 orang laki-laki dan 4.111.008 orang perempuan. Pada tahun 2013, penduduk di Sulawesi Selatan sudah mencapai 8.342.047 jiwa.[4] Senjata Tradisional Badik Papporok Kawali Masakan/Makanan Tradisional Pisang Epe Pisang ijo Bassang Coto Makassar Kapurung Lawa Bale Nasu Palekko Roti Maros Tenteng Baje Bandong Bipang Benno Baroncong Sop Saudara Barongko Bandang-Bandang Sup Konro Pallubasa Pallu Butung Pa’piong Kue Biji Nangka Cucur Bayao Jalangkote Putu Cangkiri Roko-roko Cangkuning Songkolo Bagadang Pemerintahan 5 tahun setelah kemerdekaan, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 21 Tahun 1950, yang menjadi dasar hukum berdirinya Provinsi Administratif Sulawesi. 10 tahun kemudian, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Sulawesi Selatan dan Tenggara. 4 tahun setelah itu, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964 pemerintah memisahkan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan. Terakhir, pemerintah memecah Sulawesi Selatan menjadi dua, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Mandar yang tadinya merupakan kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan resmi menjadi kabupaten di provinsi Sulawesi Barat seiring dengan berdirinya provinsi tersebut pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten dan Kota No. Kabupaten/kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[5] Jumlah penduduk (2017)[5] Kepadatan (jiwa/km²) Kecamatan Kelurahan/desa Logo Peta lokasi


  1. Kabupaten Bantaeng Bantaeng Ilham Syah Azikin 395,83 176.699 446,4 8 21/46 Bantaeng Regency Logo.png Locator Bantaeng Regency.svg 
  2.  Kabupaten Barru Barru Suardi Saleh 1.174,71 165.983 141,3 7 15/40 Barru Regency Logo.png Locator Barru Regency.svg 
  3. Kabupaten Bone Watampone Andi Fahsar M. Padjalangi 4.559 717.268 157 27 44/328 Bone Regency Logo.png Locator Bone Regency.svg 4 
  4. Kabupaten Bulukumba Bulukumba Andi Muh. Sukri A. Sappewali 1.154,67 394.560 341,71 10 27/109 Bulukumba Regency Logo.png Locator Bulukumba Regency.svg 5 
  5. Kabupaten Enrekang Enrekang Muslimin Bando 1.786,01 190.579 106,71 12 17/112 Lambang Kabupaten Enrekang.png Locator Enrekang Regency.svg 6 
  6. Kabupaten Gowa Sungguminasa Adnan Purichta Ichsan 1.883,32 652.329 350 18 46/121 Lambang Kabupaten Gowa.png Locator Gowa Regency.svg 7 
  7. Kabupaten Jeneponto Bontosunggu Iksan Iskandar 749,79 342.222 460 11 31/82 Logo-kabupaten-jeneponto.jpeg Locator Jeneponto Regency.svg 8 
  8. Kabupaten Kepulauan Selayar Benteng Basli Ali 10.503,69 122.055 12 11 7/81 Logo Kabupaten Kepulauan Selayar.png Locator Selayar Regency.svg 9 Kabupaten Luwu Belopa Basmin Mattayang 3.000,25 332.482 110,82 21 20/207 Luwu Regency Logo.png Locator Luwu Regency.svg 10 Kabupaten Luwu Timur Malili Thoriq Husler 6.944,88 243.069 35 11 3/124 Lambang Kabupaten Luwu Timur.png Locator Luwu Timur Regency.svg 11 Kabupaten Luwu Utara Masamba Indah Putri Indriani 7.502,58 287.472 38,32 11 7/166 Luwu Utara Logo (North Luwu).png Locator Luwu Utara Regency.svg 12 Kabupaten Maros Turikale M. Hatta Rahman 1.619,12 322.212 199 14 23/80 Maros Regency Official Logo.png Locator Maros Regency.svg 13 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Pangkajene Syamsuddin A. Hamid Batara 1.236,27 305.758 250 13 38/65 Official Regency Logo of Pangkajene dan Kepulauan.png Locator Pangkajene Kepulauan Regency.svg 14 Kabupaten Pinrang Pinrang Andi Irwan Hamid 1.961,77 351.161 180 12 39/69 Official Logo of Pinrang Regency.png Locator Pinrang Regency.svg 15 Kabupaten Sidenreng Rappang Watang Sidenreng Dollah Mando 2.506,19 278.004 110 11 38/68 Official Logo of Sidenreng Rappang Regency.png Locator Sidenreng Rappang Regency.svg 16 Kabupaten Sinjai Balangnipa Andi Seto Gadhista Asapa 819,96 228.936 280 9 13/67 Lambang Kabupaten Sinjai.png Locator Sinjai Regency.svg 17 Kabupaten Soppeng Watansoppeng Andi Kaswadi Razak 1.359,44 223.757 160 8 21/49 Official Logo of Soppeng Regency.png Locator Soppeng Regency.svg 18 Kabupaten Takalar Pattallassang Syamsari Kitta 566,51 269.171 480 9 24/76 Lambang Kabupaten Takalar.png Locator Takalar Regency.svg 19 Kabupaten Tana Toraja Makale Nicodemus Biringkanae 2.054,30 221.795 110 19 47/112 Coat of Arms, Tana Toraga Regency.png Locator Tana Toraja Regency.svg 20 Kabupaten Toraja Utara Rantepao Kalatiku Paembonan 1.151,47 215.400 190 21 40/111 Coat of Arms of Toraja Utara Regency.png Locator North Toraja Regency.svg 21 Kabupaten Wajo Sengkang Amran Mahmud 2.056,20 384.694 190 14 48/142 Lambang Kabupaten Wajo.png Locator Wajo Regency.svg 22 Kota Makassar - Iqbal Samad Suhaeb (Pj.) menggantikan Moh. Ramdhan Pomanto 175,77 1.334.090 7.600 15 153/- Coat of Arms of City Makassar.png Locator Makassar City.svg 23 Kota Palopo - Judas Amir 247,52 148.033 600 9 48/- Lambang Kota Palopo COA.jpg Locator Palopo City.svg 24 Kota Parepare - Taufan Pawe 99,33 132.048 1.329 4 22/- Lambang Kota Parepare.png Locator Parepare City.svg

0 Response to "Sulawesi Selatan "

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Arsip Blog